Sabtu, 21 Maret 2015

Membaca Cermin Diri Dari Air Katalist Peristiwa Katulistiwa Gunung Bromo Nusantara

3 CERMIN DIRI
CERMIN PADA OBJEK KACA

Cermin ini umumnya digunakan sebagai kaca diri dalam kaitannya dengan jasad yang wujud. Tujuannya untuk mengoreksi diri dari hal-hal keindahan luar, berkaitan dengan tata keindahan luar, dan terdapat harapan-harapan/ impian di dalamnya.

CERMIN PADA OBJEK AIR

Cermin ini berfungsi pintu menuju kesadaran diri, bahwasannya antara keadaan yang nyata dengan suatu harapan/ impian berbeda jauh. Dimana impian selalu lebih cepat dari pada keberadaan wujud yang ada (nyata). Hal ini tidak lain karena impian bersifat imajiner.

CERMIN PADA TIAP-TIAP YANG KITA TANGKAP DENGAN PENGINDERAAN.

Cermin ini bersifat peringatan, dan di dalamnya terdapat petunjuk yang nyata. Bahwa sesuatu yang terjadi memang ada yang dijadikan objek percontohan sebagai petunjuk. Hal inipun tergantung tanggap tidaknya diri kita terhadap hal-hal yang demikian.___/\____salam_eling gung dumadi.

Berkomunikasi adalah Pantulan Dari Hal Ini

Memandang Kawan dan Lawan Bicara, sebatas satu jalur Komunikasi
atau Justru Multi Signal dan Multi Koneksitas
Dalam Sinaran dan Cahaya Mentari Indonesia, Bromo dan Nusantara
Maka Sebuah Kewajaran dan Ke Layakan Yang Sungguh Sungguh Terjadi 
Bahwa Semua Cermin Pantulan Kedirian Kita dan Kawan  Lawan Bicara Kita
adalah Multi Extra Sensorik Perception 
adalah Multi Kepekaan Penginderaan Kita 
dengan Segenap Lapisannya.....

Cermin Alam Semesta, Bagaimana Dengan Cermin Yang Satu Ini








Menemukan Angka Kosong Tak Berhingga dan Isi Penuh Tak Berhingganya Aksara Bromo Nusantara





Kirso Cahyo Sumirat 0 (suwung), bermakna dikelilingi/ diliputi. 8 (cahaya). Inilah yang telah saya posting di PTL, bahwasanya ENERGI ILAHI dalam manusia dari TuhanNYA terdapat 8 energi misteri daya hidup. Yang berjumlah 16 (4 dari Bapak, dan 4 dari Ibu).


Kirso Cahyo Sumirat Sementara angka 7, hasil cerminan depan dan bawah (see draw), bermakna dalam ilmu matematika SUM (Jumlah), yaitu jumlah lapisan tempat (Ingsun berada) dalam tiap anak manusia. Dalam bahasa falsafah umum (Bumi 7 langit 7).



Kirso Cahyo Sumirat Untuk angka 1, sebagai simbol penunjuk (arah), bermakna Sang Pencipta dan yang Diciptakan, dan bermakna juga Langit dan Bumi. Bila simbol tersebut sebagai makna hubungan (habluminallah).



Kirso Cahyo Sumirat Bila dirangkai angka yang ada secara bersinambung dari prosesnya, 
melambangkan sosok grafis manusia.

Angka Kosong Tak Berhingga Itu Sudah Ada Di Alam dan Diri Manusia Nusantara
dan Sebaliknya Isi Penuh Tak Berhingga.

Selamata Menjadi Sosok dan Bayangan Ke Indonesiaan dan Ke Nusantaraan
Anda Sekalian